TUGAS BAHASA INDONESIA
“WAWANCARA”
Disusun Oleh :
Nanda S.R . (16)
Faiz R.N. (08)
Rendy M.B. (17)
Muhamad Imron V.F. (19)
SMP AL-ISLAM 01 SURAKARTA
A. IDENTITAS NARASUMBER
• Nama : Dra.MUAMAROH,M.Hum
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Alamat : Gg.Kenari No.4ยช, Rt 03 Rw 04, Gumpang,
Kartosuro, Sukoharjo
• Pekerjaan : Dosen FKIP Bhs.inggris UMS
• Hobi : Membaca Buku
B. PEMBATASAN TOPIK
Topik : Pendidikan di Era Globalisasi
Permasalahan : Pengaruh Kemajuan Teknologi Dan Ilmu Pengetahuan
Tujuan : Mengetahui cara belajar di Era Globalisasi
Tanggal : Sabtu, September 2009
Waktu : 13.10 – 14.56 Eib
C. LAPORAN HASIL WAWANCARA
Kami (Tanya) : Assalamu `alikum wr.wb.
Dra.Muamaroh (Jawab) : Waalaikum salam wr.wb.
Kami (Tanya) : Selamat siang bu.......
Dra.Muamaroh(Jawab) : Siang….
Nanda (Tanya) : bu, sepeti yang sudah kita janjikan bolehkah kita memulai wawancara
Dra.Muamaroh (Jawab) : O..ya silahkan..mewawancarai tentang apa ya ?
Kami (Tanya) : Tentang Pendidikan di era Global
Dra.Muamaroh (Jawab) : Ok
Imron (Tanya) : Mengapa ibu memilih profesi sebagai Dosen...?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Karena sesuai Dengan jurusan yang saya ambil, Dan
Juga Guru itu pekerjaan yang menantang karena yang dihadapi Manusia
Imron (Tanya) : Apakah Menjadi Dosen cita-cita ibu sejak keci....?l
Dra.Muamaroh(Jawab) : Saya tidak Bercita-cita jadi Dosen,tapi tiba-tiba Semuaitu mengalir saja
Imron (Tanya) : Apakah ibu menikmati Profesi Ibu.........?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Ooooo.....saya sangat menikmati
Nanda(Tanya) : Bagaimana pendapat ibu tentang kemajuan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Indonesia........?
Dra.Muamaroh : Secara umum sudah mengalami kemajuan tapi masih tertinggal dengan negara-negara lain di Asia terutama di Jepang dan Korea
Nanda (Tanya) : Apakah yang harus dilakukan Indonesia untuk mengejar ketinggalan......?
Dra.Muamaroh : Harus membenahi aspek-aspek Pendidikan diperbaiki dan ditingkatkan mutunya dan harus di mulai dari pusat
Nanda (Tanya) : Apakah sekolah-sekolah di Indonesia sudah layak
bertaraf International........?
Dra.Muamaroh : Sebagian untuk dikota-kota besar sudah bagus tapi secara umum kualitas sekolah di indonesia kurang bagus
Imron (Tanya) : Apa saja kendala menjadi Dosen.....?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Mungkin suka dukanya dukanya dulu jika kita mengajar melihat siswanya tidak lulus dan diajar tidak paham Semua Itu sama saja guru dan Dosen hanya berbeda tempat kalau sukanya bisa banyak teman dan banyak pengalaman untuk mengajar lebih pintar kan yang saya ajar kan nmahasiswa jika saya mengajar jurusan hukum maka saya mengajar calon-calon pengacara jika saya mengajar jurusan perguruan maka saya mengajar calon-calon guru dan dosen
Nanda (Tanya) : Apa yang pertamakali dilakukan ibu Saat Lulus..?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Bersyukur karena sudah lulus
Imron (Tanya) : Apa saja profesi Ibu selain Dosen.....?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Mengisi pengajian dan daerah binaan seperti melatih senam,mengajar Ibu-Ibu kampung saya pernah mengajar TPA dan ceramah di Masjid dan saya pernah mengajar pondok Ta`mirul saat saya masih kuliah semester 6 untuk mengirit biyaya kuliah saya dan karena saya kasihan dengan bapak saya waktu itu
Imron (Tanya) : Apa saja kekurangan Indonesia dengan Negara lain dalam bidang pendidikan.....?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Banyak ya... dari segi gurunya mungkin dari Indonesia tidak semua Guru itu Sarjana dan profesional dan tidak mau sekolah lagi yang ke dua siswa di Indonesia itu tidak aktif atau pasif untuk bersungguh-sungguh untuk membaca buku apalagi ada Internet dan Game Online yang ke tiga materinya belum banyak dan fasilitasnya belum mencukupi yang ke empat biaya yang mahal kalau di australia siswa itu naik bis gratis kalau di Indonesiakan masih bayar
Imron (Tanya) : Bagaimana kiat sukses ibu untuk menjadi Dosen..?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Bapak saya bilang”Dik,apa saja yang kamu lakukan kamu harus jadi orang pintar karena pintar kamu akan bermanfaat bagi orang” maksud nya kamu bermanfaat bagi oran lain jika kamu sekolah jangan niat yang macam-macam yang penting kamu sekolah dengan niat ingin pintar jadi harus belajar terus saya masih ingat Guru saya dulu berkata orang di dasarkan dua hal jika ingin sukses pertama jangan berani kepada orangtua kedua jangan melecehkan atau meremehkan orang lain taat orang tua
Imron (Tanya) : Apa yang dilakukan seseorang jika sudah menjadi Dosen .?
Dra.Muamaroh(Jawab) : - Harus mau belajar terus
- Harus banyak meniliti
- Harus banyak menulis seperti buku,artikel,cerpen,
- Banyak membaca buku
- Harus belajar dari pengalaman karena mengajar itu
adalah seni
Imron (Tanya) : Kapan kira-kira Indonesia dapat mengejar ketertinggalan?
Dra.Muamaroh(Jawab) : Kapan ya... mungkin lama ya, karena rangking mutu Indonesia di Asia itu ya paling rendah dari Masyrakat perlu waktu yang sangat lama sekarang perintah sudah bagus dan dana APBN 20% dan pemerintah sudah berjalan bagus sekarangkan pemerintah mengirim ±1000 Dosen angkatan pertama dan akan disusul oleh angkatan-angkatan berikutnya.yang terpenting orang itu punya MOTIFASI tapi untuk mengejar ketertinggalan kira-kira 10 tahun lagi
Imron (Tanya) : Apacara belajar orang indonesia dengan orang luar Negeri berbeda ya bu ....?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Ooo...jelas beda
Imron (Tanya) : Bagaimana Ibu bisa pergi ke luar Negeri..........?
Dra.Muamaroh (Jawab) : Mudah saja cukup pintar bahasa Inggris
Dra.Muamaroh (Jawab) : 1992 saya lulus S1
2005 saya lulus S2
Dan sekarang saya baru menempuh S3 di CHARLES DARWIN UNIVERSITY di Australia, doa` kan ya, semoga sukses
Kami : ”Amin”, sekian dulu bu dari kami,jika ada kesalahan kami mohon maaf
Kami : Assalamu `alikum Wr.Wb.
Dra.Muamaroh.M.Hum : Wa’alaikum salam Wr.Wb.
”Pesan” dari Dra.Muamaroh,M.hum
1. Harus bekerja keras.
2. Harus mau banyak membaca buku.
3. Harus kurangi bahaya dari TV, Internet dan lain-lainnya.
4. Ikuti kegiatan positif.
5. Harus bisa bahasa Inggris. dan
6. Hindari makanan yang berbahaya bagi kesehatan.
D. LAPORAN HASIL NARASI
Dari hail wawancara oleh narasumber yang bernama Dra. Muamaroh yang sebelumnya sudah dijanjikan untuk menjelaskan mengenai pendidikan di era global.
Kususnya pengaruh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kami menanyakan mengapa ibu memilih profesi menjadi seorang dosen ?, menurut beliau karena sesuai jurusan yang beliau ambil.
Menurut beliau menjadi guru atau dosen adalah suatu profesi yang menantang karena yang dihadapi adalah manusia. Menjadi dosen buanah cita-cita beliau seja kecil, tetapi semua itu mengalir begitu saja.
Beliau sangat menikmati profesinya sebagai dosen. Menurut beliau kemajuan teknologi dan ilmu pegnetahuan di Indonesia secara umum sudah mengalami kemajuan, tetapi masih tertinggal dengan negara-negara Asia yang lainya terutama Jepang dan Korea. Untuk mengejar ketinggalan pemerintah Indonesia harus memebenahi aspek-aspek pendidikan di perbaiki dan di tingkatkan mutunya yang harus di mulai dari pemerintah pusat.
Sekolah –sekolah di Indonesia belum layak bertaraf internasional. Hanya sebagian di kota-kota besar sudah bagus, tetapi secara umum kualitas sekolah di Indonesia kurang bagus.
Kendala menjadi seorang dosen suka dukanya jika beliau mengajar atau melihat siswanya tidak lulus dan tidak paham. Semua itu sama saja guru dan dosen hanya berbeda tempat. Kalau suanya bisa banyak teman dan pengalaman untuk mengajar lebih pintar, kan yang saya ajar mahasiswa jika saya mengajar di jurusan hukum maka saya mengajar calon-calon pengacaram, dan jika saya mengajar di jurusan perguruan maka saya mengajar caon-calon guru dan dosen.
Yang pertama kali dilakukan pada saat beliau lulus adalah bersyukur kepada Allah, karena sudah diberikan kemudahan. Selain mengajar di universitas beliau juga mengisi pengajian dan daerah binaan seperti melatih senam, mengajar ibu-ibu kampung, mengajar TPA, ceramah di masjid dan mengajar di pondok ta’mirul.
Kekurangan bangsa Indonesia dengan negara lain dalam bidang pendidikan adalah dari segi gurunya mungkin di Indonesia tidak semua guru itu sarjana dan profesional dan tidak mau sekolah lagi. Yang ke dua siswa di Indonesia itu tidak aktif atau pasif untuk bersungguh-sungguh apalagi ada Internet dan game online. Yang ke tiga materinya belum banyak dan fasilitasnya belum mecukupi. Yang ke empat biaya yang mahal, kalau di Australia naik bis itu gratis tetapi di Indonesia masih Bayar.
Adapun kiat-kiat sukses menjadi seorang dosen beliau berpijak dari pesan orang tuanya ” yang kamu lakukan kamu harus orang pintar dan karena pintar kamu akan bermanfaat bagi orang”, maksudnya kamu bemanfaat bagi orang lain jika kamu sekolah jangan niat yang macam-macam, yang penting kamu sekoah dengan niat ingin pintar.
Belajar terus jika ingin sukses. Pertama jangan berani dengan orang tua, ke dua jangan melecehkan atau meremehkan orang lain. Bila sudah menadi seorang dosen harus mau belajar terus, harus banyak meneliti, harus banyak menulis seperti buku, cerpen, artikel, banyak membaca buku, dan harus belajar dari pengalaman karena mengajar itu seni.
Indonesia dapat mengejar negara lain mungkin dalam waktu lama karena rangking mutu bangsa Indonesia di Asia paling rendah dari masyarakat perlu waktu yang sangat lama sekarang pemerintah sudah bagus dan anggaran pendidikan (20% dari APBN), sekarang pemeritah mengirim kurang lebih seribu dosen angkatan pertama untuk belajar ke luar negeri. Untuk mengejar ketinggalan dengan luar negeri kira-kira sepuluh tahun lagi.
Untuk bisa kuliah di luar negeri harus cukup pintar berbahasa Inggris. Beliau lulus S1 tahun 1992, lulus S2 tahun 2005, dan sekarang baru menempuh S3 di CHARLES DARWIN UNIVERSITY di Australia.